"Sinergi dan Akselerasi Kejayaan Perkebunan"

Potensi komoditi pertanian khususnya sub sektor perkebunan Indonesia masih cukup besar, akan tetapi pengelolaannya belum optimal, terkendala masih rendahnya kapasitas SDM pekebunan, tanaman yang sudah tua/tidak produktif dan keterbatasan infrastruktur. Situasi ini menyebabkan rendahnya produktifitas, mutu produk serta masih didominasi produk primer.

Pada tahun 2017 sumbangsih PDB (Produk Domestik Bruto) sektor perkebunan mencapai 471 triliun rupiah meningkat dari PDB tahun 2016 yang mencapai 428,78 trilyun rupiah, dimana mayoritas jumlah tersebut disumbangkan oleh 15 komoditi unggulan perkebunan, seperti kopi, teh, kakao rempah-rempah, sawit, dll.

Nilai PDB tersebut diharapkan terus bertambah. Untuk itu diperlukan pembinaan secara berkelanjutan agar produktivitas nilai tambahdan daya saing produk perkebunan terus meningkat, antara lain dengan penggunaan benih unggul, penerapan GAP (Good Agriculture Practices), GHP (Good Handling Practises), GMP (Good Manufacturing Practices), GDP (Good Distribution Practices) serta promosi yang gencar baik lingkup nasional maupun internasional.

Inovasi teknologi baik di on farm maupun off farm juga perlu dilakukan untuk mengoptimalkan potensi hasil perkebunan Indonesia. Kerjasama yang melibatkan seluruh stake holder juga harus berjalan sinergis dan berkesinambungan.

Mengingat potensi sektor perkebunan yang begitu besar, maka sangat tepat untuk mempromosikan berbagai komoditas / produk unggulan perkebunan dalam exhibition yang dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Hari Perkebunan. Untuk tahun 2018, Peringatan Hari Perkebunan diadakan di Gedung Sate Bandung. Adapun tema yang diambil adalah: “Sinergi dan Akselerasi Kejayaan Perkebunan.”



Acara Pendukung



Public Awareness

      1. Pameran produk unggulan perkebunan Indonesia, teknologi dan sarana pengolahan perkebunan, benih, dll.
      2. Festival Komoditi Perkebunan

Sinergitas dan Penguatan Jejaring

      1. Workshop / Seminar Dewan Komoditas
      2. Business Matching / Temu Usaha
      3. Penandatanganan MOU Kerjasama

Kegiatan Acara Puncak

      1. Talk Show “Sinergi dan Akselerasi Kejayaan Perkebunan”
      2. Penyerahan penghargaan
      3. Penyerahan Sertifikat ISPO
      3. Perlombaan

Olahraga

      1. Turnamen Tenis Lapangan - Di Jakarta
      2. Jalan Santai

Mengapa Harus Berpartisipasi?

1. Peringatan Hari Perkebunan diharapkan dapat mengembalikan kejayaan industri Perkebunan Indonesia di tingkat nasional dan dunia.

2. Menyebarluaskan informasi peluang bisnis dan investasi dan pemasaran produk perkebunan

3. Menghadirkan para pelaku bisnis perkebunan dan pekebun

4. Menghadirkan narasumber yang berkompeten di sektor perkebunan melalui kegiatan workshop dan temu usaha

5. Melihat langsung proses produksi produk perkebunan menjadi potential industry di sektor agribisnis perkebunan melalui kunjungan ke perusahaan

6. Peluang untuk mendapatkan bisnis partner

Peserta Pameran


1. Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan

2. Kementerian Perdagangan

3. Kementerian Perindustrian

4. BKPM dan BKPMD

5. Pemerintah Daerah Provinsi/ Kabupaten/ Kota melalui dinas Pertanian, perkebunan, dinas perdagangan, koperasi dan ukm

6. Perusahaan perkebunan : Kelapa sawit, kelapa, kopi, kakao, teh, tebu, gula aren, rempah-rempah, dll.

7. Perusahaan industri pengolahan hasil perkebunan

8. Perusahaan pemasaran/ distributor produk perkebunan

9. UKM dan Koperasi Dll

10. Perusahaan mesin pertanian dan perkebunan

11. Asosiasi di sektor agribisnis perkebunan

12. Lembaga Penelitian

Stand Package Option

Standard Booth (3mx3m)

The basic fittings include:
- Stand tenda kerucut ukuran standar 3x3m2
- 1 meja 2 kursi
- Lampu TL
- Listrik 450 W/2 Amphere
- Keranjang sampah
- Facia Name


read more

Venue

GEDUNG SATE

Gedung Sate adalah bangunan umum di Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Ini dirancang sesuai dengan desain neoklasik yang menggabungkan unsur-unsur asli Indonesia oleh arsitek Belanda J. Gerber untuk menjadi pusat departemen Transportasi, Pekerjaan Umum dan Manajemen Air Hindia Belanda; bangunan ini selesai pada tahun 1920. Saat ini, gedung berfungsi sebagai kursi dari gubernur provinsi Jawa Barat.

Nama umumnya, Gedung sate, adalah nama panggilan yang diterjemahkan secara harfiah dari bahasa Indonesia ke 'bangunan sate', yang mengacu pada bentuk bangunan pusat di puncak - yang menyerupai bentuk salah satu hidangan tradisional Indonesia yang disebut sate.

read more

HOSTED BY



Partner/Invited Association Members




SPONSORED BY



Media Partner


Contact Us

PT. WAHYU PROMO CITRA
Jl. A No.1 Rawabambu I Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
+ 62-21-789 2938
Drop A Message